Makodim
0812 Lamongan Menjelang musim tanam, mulai pukul 07.00 wib anggota Koramil 0812/25
Sarirejo bersama Muspika kec Sarirejo, petani dan PPL melaksanakan
pemberantasan dengan cara gropyokan, atau berburu tikus di lubang menggunakan
obat merek petrokum dengan cara di masukan obat di campur dengan dedak di Dusun
karangaji Desa Dermolemabang kec. Sarirejo Kab. Lamongan. Kamis (3/11)
Dusun
karangaji Desa Dermolemabang kec. Sarirejo dan sekitarnya berbondong-bondong
menuju lahan persawahan. Mereka datang dengan membawa peralatan berburu tikus
seperti Obat Petrokum, alat jos pembakar belerang, pentungan, arit dan lain
sebagainya.
Dalam
kesempatan ini turut hadir Muspika Kec Sarirejo, Petugas PPL, Gapoktan Tani
Desa Dermolemabang dan para penggiat pertanian lainnya. Kegiatan ini dinilai
efektif memberantas tikus yang menyerang sawah petani.
Petani
di Desa Dermolemabang hampir putus asa
mengatasi serangan hama tikus yang menyerang areal persawahannya. Berbagai cara
sudah dilakukan baik menggunakan jebakan tikus namun populasi tikus terus
meningkat. Dibantu anggota TNI, puluhan petani ini terpaksa menggunakan obat merek
petrokum di campur dengan dedak di masukan dalam lubang tikus aksi gropyokan tikus ini terbukti
efektif membunuh tikus yang bersembunyi di dalam lubang.
Danramil
25/Sarirejo Kapten Inf Sudjono yang ikut dalam kegiatan tersebut menyampaikan
bahwa gerakan pemberantasan hama tikus atau gropyok tikus yang dilaksanakan
adalah sebuah usaha awal yang berkesinambungan, artinya dilaksanakan secara
terus menerus. Sebab hama tikus tidak bisa dibasmi secara tuntas dalam satu
hari.ungkapnya
Tujuan
dari semua ini adalah agar para petani memperoleh hasil panen yang melimpah.
Namun demikian perlu diingat bahwa hasil panen yang melimpah sangat ditentukan
oleh banyak faktor, antara lain; bibit padi yang unggul, pola tanam tepat
waktu, pengairan yang memadai, ketersediaan pupuk yang cukup, serta
ketersediaan obat hama yang cukup, begitu penyampaian Danramil 25/Sarirejo.
Dari
aksi gropyokan tikus Koramil bersama warga mendapat ratusan ekor tikus, yang
berhasil ditangkap dan dimusnahkan. Dengan musnahnya hama tikus ini diharapkan
hasil panen padi akan melimpah dan semakin meningkatkan taraf hidup petani,
sekaligus bisa menjadi penyokong lumbung pangan nasional, sesuai dengan program
Swasembada Pangan.(pendim0812)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar